Jiah, emang Shaun the Sheep apa yang mau dihitung? Tapi, beneran. Akhir-akhir ini saya tuh capek banget. Okelah tugas di kampus memang gak terlalu membebani "kehidupan" saya... Tapi, jadwalnya itu, lho! Bikin stress. Anyway, saya memang harus tetap semangat (cemungudh kakaa!).
Ahh, semua ini memang belum berakhir, dan... (Adumak baru ingat) Ini baru permulaan dari segalanya yang akan saya jalani 4 tahun ke depan. Capek hanya di badan. Tapi jiwa ini tidak pernah henti dalam berpacu melangkah menyusuri hidup. (Edeeh, kata-kata saya kok puitis menggebu-gebu kayak gini, ya, hari ini? Ah, biarin aja. Masa bodoh.)
Terlepas dari semua itu, di malam hari saya selalu memikirkan pangeran kodok saya yang tiap malam saya SMS tapi jaraaaaang banget ngebalesnya. -,-' Tapi, meski begitu, saya tetap "Sayang kepadamu, oh pangeranku"... (Hueekk, bagi yang mau muntah, silahkan cari kantong muntah terdekat).
Hidup memang penuh cobaan dan kesenangan, ya, kan? Suka duka hidup adalah sesuatu yang menyerupai gelombang, bila digambar (ah, sok tau kamu!)
So, maka dari itu dan oleh karena itu, tetap semangat (cemungudh kakaa!) dalam menjalani hidup. Keep smile and happy!
Jadi, judulnya, kok "Menghitung Domba"? Oh, iya, saya mau tidur dulu, tapi, mata kok susah banget dipinjamin, eh salah, dipejamin. Teringat dongeng klasik, saya buka pintu kandang domba impian di dalam benak saya, sambil saya suruh lompat, dan... mulailah saya menghitung.
1...
2...
3...
Zzz...
(Akhirnya dombanya masuk kembali ke kandang karena hujan. Hahh, untung saya udah tidur...)
